Belajar Grammar dari Berita Koran, Jakarta-Post (2)
Salam jumpa lagi teman-teman. Ini adalah bagian kedua dari seri pertama pembahasan teks berita koran...
Belajar Grammar dari Berita Koran, Jakarta-Post (1)
Kita mulai praktik belajar grammar langsung dengan membaca koran berbahasa Inggris. Kali ini kita...

Cara Asyik Belajar Bahasa Inggris (Bagian ke-2)
[Bagian kedua dari dua tulisan] Sekarang mari kita lanjut dengan membahas aspek kedua dari kalimat...
Cara Asyik Belajar Bahasa Inggris (Bagian ke-1)
Belajar Bahasa Inggris sebetulnya asyik, kalau tidak keburu diselimuti oleh momok kerumitan belajar...
Belajar Bahasa Inggris dengan Berita di Koran
Salah satu cara efektif belajar Bahasa Inggris adalah dengan membaca koran atau majalah berbahasa...
"The two parties finally completed last week the six-month long negotiations, agreeing upon the delicate issues."
"After six-months of tough negotiations, the two parties hammered out a agreement last week, settling their disputes on crucial issues."
Perhatikan, unsur-unsur informasi yang tersaji dalam kedua kalimat itu kurang lebih sama: yakni dua pihak bernegosiasi; materi perundingan alot; membutuhkan waktu enam bulan; mereka mencapai kesepakatan pekan lalu; poin-poin pelik berhasil diselesaikan.
Semakin banyak membaca berita, semakin kaya pula gaya berahasa yang bisa kita pelajari dan kita praktikkan.
Mau mencoba?
Berikut ini saya sajikan cuplikan berita di koran The Jakarta Post.
House to deliberate alternative forms of punishment in Criminal Code
The Jakarta Post
Jakarta | Tue, April 11, 2017 | 09:59 pm
The House of Representatives’ working committee for the amendment of the Criminal Code (KUHP) is looking into alternative forms of punishment in addition to imprisonment.
“The alternative punishment could be in the form of community service or fines instead of putting all criminals behind bars. It could be applied to crimes in which the [sentence] is one year or less in prison,” committee member Arsul Sani of the United Development Party (PPP) said as quoted by kompas.com.
---------------
Kata pertama dalam judul, House, adalah contoh kosakata dengan konteks khusus. Dalam konteks umum, arti kata house adalah rumah atau gedung. Tapi dalam konteks berita ini, House adalah sebutan pendek dari lemaga legislatif, yakni The House of Representatives, terjemahan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Di media berita, para anggota DPR biasanya disebut lawmaker (pembuat undang-undang). Kadang-kadang mereka disebut dengan singkatan MP (member of parliament) atau MPs (members of parliament). Bisa juga kata legislator dipakai untuk menyebut anggota DPR.
Judul berita tersebut menginformasikan "Para anggota DPR akan membahas bentuk-bentuk alternatif hukuman dalam KUHP." Di sini, KUHP cukup diterjemahkan dengan istilah yang umum di dunia internasional, yakni Criminal Code.
Berdasarkan paragraf pertama isi berita, kita mendapatkan informasi antara lain, bahwa yang membahas alternatif-alternatif itu adalah working committee atau Panitia Kerja yang (saat berita ini ditulis) sedang bertugas membahas amandemen atau perubahan KUHP. Apa maksud dari alternatif bentuk hukuman? Dalam KUHP, hukuman yang selama ini berlaku terhadap pelaku kriminal adalah hukuman penjara (imprisonment).
Jika disederhanakan dengan pemisahan subjek, predikat dan objeknya, kalimat pertama dalam paragraf pertama isi berita tersebut sesungguhnya bisa dilihat seperti ini:
The committee | is looking into | alternative forms of punishment.
Masing-masing frasa subjek (S), predikat (P) dan objeknya (O) diperjelas dengan kata-kata penjelas sehingga kalimatnya terkesan sangat panjang:
(S): The committee: The House of Representative's working committee for the amendment of Criminal Code (KUHP) yang berarti Panitia Kerja DPR untuk Amandemen KUHP.
(P): is looking into : (tetap) yang berarti sedang mencari
(O): alternative forms of punishment: alternative forms of punishment in addition to imprisonment,
yang berarti bentuk-bentuk alternatif hukuman selain hukuman penjara.
Ulasan Grammar
Maka, jadilah kalimat itu berbunyi: The House of Representative's working committee for the amendment of Criminal Code (KUHP is looking into alternative forms of punishment in addition to imprisonment.Selain pemanjangan frasa, Bahasa Inggris koran juga kerap menggunakan anak kalimat dalam komposisi kalimat kompleks. Jika tidak bisa mengenali mana kalimat utama dan mana anak kalimat, kita pun akan kesulitan mencerna artinya.
Perhatikan kalimat kutipan dari pernyataan narasumber pada paragraf selanjutnya.
“The alternative punishment could be in the form of community service or fines instead of putting all criminals behind bars. It could be applied to crimes in which the [sentence] is one year or less in prison,” committee member Arsul Sani of the United Development Party (PPP) said as quoted by kompas.com.Inti dalam kalimat pertama adalah:
“The alternative punishment could be in the form of community service or fines."
[Hukuman alternatif bisa dalam bentuk kerja bakti atau denda.]
(S): The alternative punishment
(P): Could be in the form of community service or fines.Di bagian akhir, seakan-akan ada kombinasi kata kerja (verb phrase) dan kata benda (noun phrase), yakni putting dan all criminals behind bars, tapi bagian ini bukan rangkaian yang bisa dikategorikan sebagai anak kalimat (sub-clause), apalagi kalimat terpisah dalam komposisi kalimat majemuk (compound sentence).
Bagian ini hanyalah frasa yang sederajat dengan frasa in the form of community service or fines. Sehingga, secara maknawi, ada bagian tak tertulis di dalamnya: [in the form of] putting all criminals behind bars.
Kira-kira terjemahan bebas kalimat pertamanya adalah: Hukuman alternatif bisa dalam bentuk kerja bakti atau denda, ketimbang menempatkan semua penjahat di balik jeruji.
Kalimat kedua menggunakan komposisi kalimat kompleks dengan kalimat utama (main-clause) : It could be applied to crimes. Rangkaian selanjutnya adalah anak kalimat yang menerangkan kata crimes: in which the [sentence] is one year or less in prison.
Kira-kira, terjemahan bebas kalimat keduanya adalah: Hukuman (alternatif itu) bisa diterapkan pada kejahatan-kejahatan yang [hukumannya] penjara satu tahun atau kurang.Nah, kalau kita terbiasa dengan bentuk-bentuk pemanjangan frasa dan kalimat kompleks seperti ini, otak kita akan terlatih menyerap dan memilah bagian-bagian kalimat, walaupun sekilas terkesan seperti sangat panjang. Enaknya kalau sudah terbiasa, pola-pola pemanjangan itu bisa kita gunakan untuk mengekspresikan pikiran kita, sehingga cara berbahasa Inggris kita menjadi "tidak standar", tidak kaku tanpa cengkok, seperti ular menelan linggis.
Sip. Boleh dicoba sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Total Pageviews
Search This Blog
Powered by Blogger.
Pilihan Topik
- GRAMMAR (2)
- INTERNET (1)
- NATURAL SCIENCE (3)
- NEWSPAPER (4)